Tujuan Teori Konsumen dalam Ekonomi Islam : Kebutuhan, Etika, dan Keseimbangan
Published:
2026-02-22Issue:
Vol. 1 No. 1 (2026): Strategia: Jurnal Ilmu Manajemen dan EkonomiKeywords:
Teori Konsumen, Ekonomi Islam, Etika Konsumsi, Wasathiyyah, Konsumsi BerkelanjutanArticles
Downloads
How to Cite
Downloads
Abstract
Fenomena konsumerisme modern yang cenderung berorientasi pada kepuasan material telah mendorong lahirnya kebutuhan akan pendekatan alternatif yang lebih beretika dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana teori konsumen dipandang dalam perspektif ekonomi Islam dengan menyoroti tiga aspek utama, yaitu kebutuhan, etika dalam konsumsi, dan keseimbangan hidup. Kajian ini dilakukan melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menggunakan berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku akademik, dan publikasi relevan. Teknik analisis yang digunakan adalah content analysis dengan membandingkan teori konsumsi konvensional dan prinsip dasar yang ditawarkan dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori konsumen konvensional menitikberatkan pada utilitas dan kepuasan material sebagai tujuan utama konsumsi. Sebaliknya, ekonomi Islam memandang konsumsi sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual, dengan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah sebagai kerangka normatif. Konsep halal–thayyib, sikap wasathiyyah, serta larangan terhadap perilaku israf dan tabdzir menjadi pedoman penting dalam membentuk perilaku konsumsi yang adil dan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai spiritual dan moral dalam perilaku konsumsi dapat menjadi alternatif konseptual yang relevan dalam menjawab tantangan budaya konsumtif modern. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kerangka teoritis perilaku konsumen Islam serta mendorong penelitian empiris lanjutan di masa mendatang